This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 13 April 2015

KEPRAMUKAAN


  • Tongkat Pramuka, Ukuran, Warna, dan Penggunaan

    Penggalang dengan tongkat pramukaTongkat pramuka menjadi sebuah kelengkapan bagi anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penggalang. dalam setiap kegiatannya. Tongkat Pramuka ini memiliki ketentuan tersendiri terkait dengan ukuran tongkat, warna tongkat, bahan, dan penggunaan, baik cara penggunaan tongkat saat baris-berbaris maupun di luar PBB.

     

     

     

     

  • Jenis Perkemahan Pramuka

    kemah pramukaJenis Perkemahan Pramuka -  
    Jika sebelumnya admin mem-posting artikel tentang Peralatan Berkemah Bagi Pramuka, sekarang saatnya untuk membagi informasi tentang jenis perkemahan pramuka, Selamat membaca.







  • Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan

    tanda medanTanda medan untuk kegiatan mapping dalam kepramukaan. Dalam berbagai kegiatan mapping di kepramukaan, penggunaan tanda medan adalah mutlak. Mapping (pemetaan), seperti peta pita, peta lapangan, peta lokasi, ataupun peta perjalanan, selalu membutuhkan tanda medan. Karena itu, bagi seorang anggota pramuka penguasaan akan tanda medan menjadi sebuah teknik kepramukaan (scouting skill) yang sangat diperlukan. Baik untuk membaca peta maupun sebaliknya, untuk membuat peta.

     

     

     

     

  • Jenis-jenis Pertemuan Pramuka

    adalah macam jenis pertemuan atau kegiatan yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para pramuka (anggota Gerakan Pramuka) berkumpul mengikuti kegiatan sesuai dengan Prinsip dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK).

 

Jenis-jenis Pertemuan Pramuka

Jenis-jenis pertemuan pramuka - kakak-kakak dan adik-adik pramuka, informasi yang akan admin sampaikan ini merupakan informasi yang umum dan kiranya bermanfaat bagi kita selaku anak pramuka.

Jenis-jenis pertemuan pramuka adalah macam jenis pertemuan atau kegiatan yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para pramuka (anggota Gerakan Pramuka) berkumpul mengikuti kegiatan sesuai dengan Prinsip dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK).

Pertemuan pramuka terdiri atas berbagai macam kegiatan. Terdapat kegiatan yang melibatkan semua anggota Gerakan Pramuka dari berbagai golongan dan ada pula pertemua khusus untuk golongan-golongan tertentu. Jenis pertemua pramuka ini dapat dibedakan berdasarkan :


  1. Pertemuan untuk semua golongan pramuka
  2. Pertemuan untuk Pramuka Siaga
  3. Pertemuan untuk Pramuka Penggalang
  4. Pertemuan untuk Pramuka Penegak dan Pandega
  5. Pertemuan untuk Pramuka Dewasa

Macam Jenis Pertemuan / Kegiatan Pramuka

1. Kegiatan yang Diikuti Oleh Semua Golongan Pramuka
Jenis pertemuan atau kegiatan yang dapat diikuti oleh semua anggota pramuka dari semua golongan baik siaga, penggalang, penegak dan pandega, maupun anggota dewasa antara lain :
  • JOTA (Jamboree on the Air);
    JOTA adalah  pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Para pramuka dari berbagai golongan dapat berkomunikasi, berdiskusi, dan berbagai pengalaman dengan memanfaatkan teknologi radio amatir. Pertemuan ini merupakan acara tahunan yang dilangsungkan di tingkat Nasional, Regional, dan Internasional.
  • JOTI (Jamboree on the Internet);
    JOTI dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan JOTA. Jika JOTA menggunakan fasilitas radio amatir, maka JOTI adalah pertemuan anggota pramuka dengan memanfaatkan media chating internet. Seperti JOTA, JOTI pun merupakan acara tahunan yang dilangsungkan di tingkat Nasional, Regional, dan Internasional.
2. Kegiatan Pramuka Siaga
Kegiatan atau pertemuan yang dikhususkan bagi anggota pramuka siaga adalah :
  • Pesta Siaga;
    Pesta Siaga dalah pertemuan pramuka Siaga dalam bentuk perkemahan besar selama satu hari (tanpa menginap) dengan berbagai  kegiatan seperti: Permainan Bersama (kegiatan keterampilan kepramukaan yang dikemas dengan permainan), Pameran Siaga, Pasar Siaga (simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga), Darmawisata, Pentas Seni Budaya, Karnaval, dll.
    Pesta Siaga dapat dilaksanakan di tingkat kordinator desa, kwartir ranting, kwartir cabang, korwil (beberapa kwartir cabang yang berdekatan), dan kwartir daerah.
3. Kegiatan Pramuka Penggalang
Jenis pertemuan atau kegiatan yang dikhususkan untuk anggota pramuka penggalang, antara lain :
  • Jambore;
    Jambore adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Kegiatan dalam jambore bersifat rekreatif, riang gembira, dan penuh persaudaraan. Jambore dilaksanakan secara berjenjang berdasar penyelenggara dan lingkup wilayah pesertanya, yaitu: Jambore Ranting (Jamran), Jambore Cabang (Jamcab), Jambore Daerah (Jamda), Jambore Nasional (Jamnas), Jambore Regional dan Jambore se-Dunia.
    Baca : Daftar Jambore Nasional Pramuka dan Logo
  • Lomba Tingkat (LT);
    Lomba Tingkat (LT) dalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perlombaan beregu atau perorangan atas nama regu yang mempertandingkan sejumlah ketrampilan. Lomba tingkat dilaksanakan dalam bentuk perkemahan. Berbeda dengan jambore yang menekankan sifat rekreatif, lomba tingkat lebih berupa perlombaan.
    Lomba Tingkat terdiri atas : 
    • LT I (tingkat Gugusdepan)
    • LT II (tingkat kwartir ranting)
    • LT III (tingkat kwartir cabang)
    • LT IV (tingkat kwartir daerah)
    • LT V (tingkat kwartir nasional)
  • Perkemahan Bakti (PB);
    Perkemahan Bakti (PB) adalah kegiatan Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan.
  • Dian Pinru (Gladian Pemimpin Regu);
    Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru) adalah kegiatan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru), dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan di tingkat gugus depan, kwartir ranting atau kwartir cabang.
  • Forum Penggalang;
    Forum Penggalang adalah pertemuan  Pramuka Penggalang untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama. Inti dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan demokratisasi dan pembelajaran metode pemecahan masalah sebagai modal bagi para Pramuka Penggalang di masa yang akan datang.
  • Perkemahan;
    Berbagai macam perkemahan yang dilakukan sesuai dengan waktu, peserta, dan tujuannya masing-masing. Tentang perkemahan ini, baca : Jenis Perkemahan Pramuka.
  • Penjelajahan; Penjelajahan adalah pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.
4. Kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega
Jenis pertemuan atau kegiatan yang dikhususkan bagi pramuka penegak dan pramuka pandega, antara lain :
  • Raimuna;
    Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.
  • Perkemahan Wirakarya (PW);
    Perkemahan Wirakarya adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. 
  • Gladian Pemimpin Satuan (Dianpinsat);
    Dianpinsat (Penggladian Pimpinan Satuan) adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama (Pradana), Pemimpin Sangga (Pinsa), dan Wakil Pemimpin Sangga (Wapinsa), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsa diselenggarakan di tingkat gugus depan, kwartir ranting atau kwartir cabang.
  • Peran Saka (Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka);
    Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka), adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Peran Saka diikuti oleh sedikitnya dua Satuan Karya Pramuka.
  • Musppanitera;
    Musyawarah Pramuka  Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera) adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.
  • Ulang Janji;
    Ulang Janji adalah upacara pengucapan ulang janji (Trisatya) bagi Pramuka Penegak, Pandega dan Anggota Dewasa yang dilaksanakan pada malam tanggal 14 Agustus dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka.
  • Pertemuan lain; Pertemuan lain seperti  Sidang Paripurna (Siparcab) Dewan Kerja, Pengembaraan, Latihan  Dasar  Kepemimpinan,  Pelatihan Pengelola Dewan Kerja (PPDK), Pelantara, Kemah Bakti Saka (Pertika) dll.
5. Kegiatan Pramuka Dewasa
Bagi anggota pramuka dewasa, terdapat beberapa kegiatan atau pertemuan, seperti :
  • Karang Pamitran;
    Karang Pamitran adalah pertemuan bagi pembina pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan pengalaman dan kepemimpinannya. Karang pamitran menjadi wadah silaturahmi bagi pembina pramuka untuk saling bertukar pengalaman, menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam membina pramuka.
  • Kursus Pembina Pramuka;
    Kursus Pembina Pramuka terdiri atas dua tingkatan, yaitu : Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML).
  • Kursus Pelatih Pembina Pramuka; Kursus Pelatih Pembina Pramuka terdiri atas dua tingkat, yaitu : Kursus Pelatih Pembina Pramuka Dasar (KPD) dan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan (KPL)
  • Ulang Janji;
  • Musyawarah Gugusdepan (Mugus), Musyawarah Ranting (Musran), Musyawarah Cabang (Muscab), Musyawarah daerah (Musda) dan Musyawarah Nasional (Munas).
 Berikut diatas adalah jenis-jenis pertemuan pramuka, sudah jelas bukan?
Semoga bermanfaat ya, Salam Pramuka

Sumber: http://materi-pramuka-indonesia.blogspot.com

Tongkat Pramuka, Ukuran, Warna, dan Penggunaan

Tongkat Pramuka, Ukuran,  Warna, dan Penggunaan - Tongkat pramuka menjadi sebuah kelengkapan bagi anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penggalang. dalam setiap kegiatannya. Tongkat Pramuka ini memiliki ketentuan tersendiri terkait dengan ukuran tongkat, warna tongkat, bahan, dan penggunaan, baik cara penggunaan tongkat saat baris-berbaris maupun di luar PBB.


Bahan, Ukuran, dan Warna Tongkat Pramuka

Tongkat pramuka dibuat dari bahan bambu atau kayu yang dibuat silinder. Ukuran panjang tongkat pramuka adalah 160 cm (1,6 meter) dengan diameter sekitar 5 cm. Tongkat diberikan warna bebas sesuai dengan aspirasi, keinginan, dan kreatifitas masing-masing. Jika semua anggota satu regu membawa tongkat, warna tongkat diusahakan seragam untuk menunjukkan kekompakan regu.

Sering kali dijumpai tongkat pramuka yang diwarnai menjadi tiga bagian, yaitu merah di kedua ujungnya dan putih di bagian tengahnya. Bagian ujung yang berwarna merah berukuran masing-masing 30 cm, sedangkan bagian tengah yang berwarna putih berukuran 100 cm. Aturan pewarnaan tongkat tersebut tidak salah namun juga tidak wajib. Karena sekali lagi, masing-masing regu bebas untuk mewarnai tongkatnya sesuai dengan kreatifitasnya.

Penggalang dengan tongkat pramuka
Pramuka Penggalang dengan tongkat pramuka

Penggunaan Tongkat Pramuka

Tongkat pramuka adalah peralatan serba guna bagi pramuka, sehingga wajar jka dianggap sebagai senjatanya pramuka. Bagi pramuka siaga, tongkat bisa hanya dibawa oleh Pimpinan Barung saja untuk melekatkan bendera barung. Bagi Pramuka Penggalang, selain pemimpin regu (untuk melekatkan bendera regu), tongkat pramuka biasa dibawa oleh setiap anggota regu dan digunakan dalam setiap kegiatan, meskipun tidak wajib.

Sebagai alat serba guna, tongkat pramuka memiliki berbagai manfaat dan kegunaan. Penggunaan tongkat pramuka tersebut antara lain untuk :
  1. Tiang tenda
  2. Pembuatan pionering, mulai dari pionering gapura, tiang bendera, rak sepatu, jemuran pakaian, dan lain sebagainya.
  3. Pembuatan tandu darurat (dragbar)
  4. Alat pertahanan diri, termasuk terhadap hewan liar
  5. Alat bantu menaksir tinggi, menaksir jarak, dan lain sebagainya.
  6. Alat bantu pengepakan barang (membawa, mengangkut, dan memindahkan barang)
  7. Baris Berbaris (Baca : Cara Menggunakan Tongkat  Dalam Baris Berbaris)
Mengingat pentingnya kegunaan tongkat pramuka perlu diperhtaikan dalam pemilihan bahan tongkat yang harus mempertingbangkan kekuatan dan ukuran tongkat. Jika diperlukan, dapat ditambahkan tanda-tanda pada tongkat yang menunjukkan ukuran-ukuran tertentu. Semisal panjang 1 meter, 30 cm, dll.
Yang tidak kalah pentingnya adalah perawatan tongkat. Dengan perawatan dan penyimpanan yang benar, akan menjaga kualitas tongkat. Sehingga saat sewaktu-waktu tongkat dibutuhkan untuk membuat sesuatu (semisal tandu darurat) dapat berfungsi dengan baik

Demikian perincian tentang tongkat pramuka. Salam Pramuka

KEUTAMAAN KOTA MEKKAH



1.       Kota Yang Paling Dicintai Allah Dan Rasul-NYa
Kota suci yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya, kiblat kaum Muslimin, tambatan hati kaum Muslimin dan tempat pertemuan tamu-tamu Allah. Di kota ini terdapat rumah ibadah yang pertama kali dibangun di muka bumi.  Allah berfirman:

“Barangsiapa memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah dia”. (QS. Ali Imran: 97)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Demi Allah, sungguh kamu (Makkah) merupakan bumi Allah yang terbaik, dan bumi Allah yang paling dicintai Allah. Kalau bukan karena diusir sungguh aku tidak akan keluar darinya”. (Ahmad, 4/305, ad-Darami, 2513, at-Turmudzi, 3925 dan Ibnu Majah, 3108, dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih at-Turmudzi).

2.       Sejarah Pembangunan Ka’bah.

Pertama: Dibangun pertama kali oleh para malaikat Allah.

Kedua: Dibangun oleh Nabi Adam alaihis salam.

Ketiga: Dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihis salam.

Keempat: Dibangun oleh kaum Quraisy dengan dihadiri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau berusia 25 tahun.

Kelima: Dibangun oleh Abdullah bin Zubair.

Orang yang pertama kali memakaikan kiswah ke Ka’abh adalah Tubba’ –As’ad al-Himyari -- setelah bermimpi  memakaikan kiswah ke Ka’bah lalu ia memberinya kiswah dari kulit bintanag.

Sebelum Fathu Makkah, Nabi dan para sahabatnya tidak pernah mengganti kiswah Ka’bah karena orang-orang kafir menghalang-halanginya. Setelah Fathu Makkah, Nabi pun tidak menggantinya kecuali setelah terbakar akibat pengasapan yang dilakukan oleh seorang wanita, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggantinya dengan kiswah dari kain Yaman. Kemudian di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman kiswah Ka’bah diganti dengan kain dari Mesir. (Akhbar Makkah, al-Azraqi, 1/249)

Tradisi mengganti dan memperbarui kiswah Ka’bah ini terus berlanjut hingga sekarang.

Di akhir zaman, setelah tidak ada seorang Muslim pun, Ka’bah akan dihancurkan oleh orang-orang dari Habasyah. (Bukhari, 1591).





3.       Nama-namanya:

a-      Makkah (QS. al-Fath: 34)

b-      Bakkah (QS. Ali Imran: 96)

c-       Al-Balad (QS. al-Balad: 1)

d-      Ummul Qura (QS. al-An’am: 92).

e-      Al-Haram  atau al-Balad al-Haram (Tanah Suci), lihat al-Baihaqi di dalam asy-Syu’ab, 3740..

f-       Al-Balad al-Amin (Negeri yang aman).



4.       Batas-batas Tanah Suci

Orang yang pertama kali memancangkan batas-batas Tanah Haram adalah Nabi Ibrahim alaihis salam dengan petunjuk dari malaikat, kemudian diperbarui oleh Nabi setelah Fathu Makkah dengan memerintahkan Tamim bin Asad al-Khuza’i untuk memancangkan patok-patoknya. Kemudian diperbarui lagi oleh Umar bin al-Khaththab dengan mengutus empar orang dari Quraisy. (Akhbar Makkah, 2/129, 130)

                Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menetapkan kota Makkah sebagai Tanah Haram dan mendoakan bagi kemakmuran penduduknya. Aku menetapkan kota Madinah sebagai Tanah Haram sebagaimana Nabi Ibrahim menetapkan kota Makkah sebagai Tanah Haram, dan mendoakan kemakmuran bagi penduduknya seperti Nabi Ibrahim mendoakan penduduk Makkah”. (Muslim)

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Setelah Allah memenangkan Rasulullah atas kota Makkah , beliau berpidato di hadapan orang banyak. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah melindungi kota Makkah dari serangan tentara gajah serta memberi kekuatan kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman untuk mempertahankannya. Tidak seorang pun boleh berperang di negeri ini. Larangan itu telah ada sejak dahulu. Dan hanya dikecualikan kepadaku untuk sesaat di siang hari. Dan juga tidak dibolehkan bagi orang-orang yang sesudahku. Jangan dibunuh hewan-hewan buruannya, jangan dipotong pohon berdurinya, dan jangan dipungut barang-barang yang hilang tercecer kecuali untuk diumumkan. Siapa yang anggota keluarganya terbunuh, dia mempunyai dua pilihan yang baik, yaitu: Menerima uang tebusan atau membunuh si pembunuh”. Maka al-Abbas berujar, “Kecuali idzkhir,  wahai Rasulullah. Karena kami membutuhkannya untuk kuburan dan rumah-rumah kami”. Maka Rasulullah bersabda: “Melainkan idzkhir”. (Muslim)

                Idzkhir adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang berbau harum, dan lama sekali baru bisa lapuk oleh timbunan tanah.
                Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bahwasanya Nabi Ibrahim menetapkan kota Makkah sebagai Tanah Haram dan aku pun menetapkan kota Madinah sebagai Tanah Haram, yaitu antara kedua bukitnya yang berbatu-batu hitam. Karena itu, jangan dipotong pohon-pohonnya dan jangan dibunuh hewan buruannya”. (Muslim)

                Tanda-tanda batas Tanah Haram di zaman sekarang:

1-      Di jalur Jeddah dari arah Barat “asy-Syumaisi” (Hudaibiyah) berjarak 22 km.

2-      Selatan: “Idha’ah Libn” di jalur Yaman dari arah Tihamah berjarak 12 km.

3-       Timur: Jalur lembah Uranah bagian barat dan berjarak 15 km.

4-      Utara Timur: Jalan Ja’ranah dekat desa “Syara’i’ al-Mujahidin” berjarak 16 km.

5-      Utara: Tan’im dan berjarak 7 km.



5.       Keutamaan Shalat Di Masjidil Haram

Cukuplah sebagai keutamaan kota Makkah bahwa shalat di dalam Masjidil Haram pahalanya dilipatgandakan berkali lipat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama dari (pahala) seribu shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram, sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama dari (pahala) seratus ribu shalat”. (Ahmad, 397).

Imama Hasan al-Bashri berkata: “Puasa di Makkah dengan pahala seratus ribu hari, dan sedekah satu dirham di Makkah dengan pahala seratus ribu dirham, dan setiap kebaikan dengan pahala seratus ribu”. (Fadha’il Makkah, Hasan al-Bashri, hal. 21).

6.       Hijir Ismail

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Saya ingin masuk Ka’abh dan shalat di dalamnya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tanganku lalu memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail lalu bersabda: “Apabila kamu ingin shalat di dalam Ka’bah maka shalatlah di sini, karena ia bagian dari Ka’bah”. (an-Nasa’I, 2915)

7.       Hajar Aswad

Disebutkan di dalam ash-Shahihain bahwa Umar pernah mencium Hajar Aswad lalu berkata: “Sesungguhnya saya mengetahui bahwa kamu adalah batu yang tidak bisa memberi mudharat dan tidak bisa memberi manfaatshallallahu ‘alaihi wasallam pernah menciummu pasti aku tidak menciummu”. (Bukhari, 1597, dan Muslim, 1270).

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih dari susu, kemudian dihitamkan oleh dosa-dosa anak Adam”. (Tirmidzi, 877)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang Hajar Aswad: “Demi Allah, sungguh Allah akan membangkitkannya pada hari Kiamat dengan memiliki dua mata yang bisa melihat, dan lisan yang bisa berbicara memberi kesaksian kepada orang yang pernah menciumnya  dengan benar“.  (Tirmidzi, 961)



8.       Air Zamzam

Abu Dzar al-Ghiffari radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Atap rumahku dibuka ketika saya masih di Mekkah, kemudian Jibril alaihi salam datang kemudian membelah dadaku, kemudian mencucinya dengan air zamzam, kemudian membawa bejana dari emas yang dipenuhi hikmah dan keimanan lalu menuangkannya ke dalam dadaku, kemudian menutupnya, kemudian memegang tangannya lalu membawaku naik ke langit dunia”. (Bukhari, 3342)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air yang paling baik di muka bumi adalah air Zamzam, di dalamnya terdapat makanan bagi orang yang membutuhkannya dan obat bagi penyakit”. (ath-Thabrani di dalam al-Kabir, 11167, ash-Shahihah, 1056)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air zamzam berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan ketika diminum”. (Ahmad dan Ibnu Majah dari Jabir dengan sanad shahih. Lihat: al-Irwa’, 123, al-Albani).

Ketika masuk Islam, Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata: Wahai Rasulullah, saya berada di sini selama tigapuluh hari. Nabi bertanya: “Siapa yang memberimu makan?’ Abu Dzar menjawab: “Saya tidak punya makanan kecuali air zamzam, hingga aku menjadi gemuk dan tidak merasakan lapar’. Nabi bersabda: “Sesungguhnya ia (air zamzam) diberkahi dan makanan bagi orang yang membutuhkannya”. (Muslim, 2473)

9.       Multazam

Multazam terletak antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Di tempat ini seseorang berdoa  sambil menempelkan wajah, pipi, dada, dan kedua tangan. 

Dari Mujahid, ia berkata: Antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad adalah Multazam. Siapa yang berdoa kepada Allah di Multazam pasti Allah mengabulkan doanya. (Isnadnya shahih diriwayatkan oleh al-Azraqi di dalam Tarikhu Makkah, 2/368).

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma biasa berdoa di Multazam dengan menempelkan badannya. Ia berkata: Antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam, tidaklah seseorang berdoa sambil menempelkan badannya diantara keduanya meminta sesuatu kepada Allah kecuali pasti Allah mengabulkannya”. (Isnadnya hasan, diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam al-Kubra, 5/164).  

10.   Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu yang pernah dijadikan pijakan Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah. Karena hal ini termasuk perbuatan yang paling dicintai Allah maka Allah menjadikan jejak kedua telapaknya ini sebagai kenangan baik bagi orang-orang beriman dari anak keturunannya dan sebagai pelajaran bagi mereka dan orang lain. 

Dari Anas, ia berkata: Umar bin al-Khththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Pendapatku besesuaian ketetapan Tuhanku dalam tiga hal. Saya berkata: Wahai Rasulullah, sekiranya kita jadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat untuk shalat, kemudian turun ayat: “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat”. (al-Baqarah: 12%). Diriwayatkan oleh Bukhari, 4483.

Dahulu di zaman Nabi dan Abu Bakar, Maqam Ibrahim menempel dengan Ka’abah. Kemudian di masa Umar dipisahkan seperti yang ada sekarang. Perbuatan Umar ini tidak ditentang oleh para sahabat dan orang-orang sesudah mereka sehingga hal ini menjadi kesepakatan. 

Umar berpendapat jika tidak dipisahkan dari Ka’bah akan mempersempit ruang bagi orang-orang yang melakukan thawaf dan shalat lalu diletakkannya di tempat yang bisa menghilangkan kesulitan tersebut.  Pendapat ini dikemukakan Umar karena dialah sekaligus yang mengusulkan agar Maqam Ibrahim dijadikan tempat shalat. (Fath al-Bari, syarah hadis 4483)  


     

***

 

Jenis Perkemahan Pramuka

Jenis Perkemahan Pramuka - Jika sebelumnya admin mem-posting artikel tentang Peralatan Berkemah Bagi Pramuka, sekarang saatnya untuk membagi informasi tentang jenis perkemahan pramuka, Selamat membaca.

Perkemahan Pramuka adalah salah satu bentuk dari kegiatan dalam kepramukaan. Perkemahan juga menjadi salah satu jenis pertemuan dalam Gerakan Pramuka. Umumnya perkemahan dilaksanakan di luar ruangan (out door) dengan menginap. Di pramuka terdapat berbagai jenis perkemahan.

Jenis-jenis Perkemahan Pramuka

Perkemahan pramuka terdiri atas berbagai macam jenis. Jenis perkemahan dalam Gerakan Pramuka ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Pengelompokkan ini bisa didasarkan pada lamanya waktu perkemahan, tempat penyelenggaraannya, tujuan perkemahan, dan jumlah peserta.

kemah pramuka
Perkemahan yang diadakan di perhutanan
Berikut ini berbagai jenis perkemahan pramuka ditinjau dari berbagai hal.
  • Jenis perkemahan berdasarkan waktu pelaksanaan
    Berdasarkan waktu pelaksanaannya, perkemahan dalam Gerakan pramuka terdiri atas :
    1. Perkemahan satu hari; dilaksanakan tanpa bermalam. Kemah jenis ini biasa dilakukan dalam pesta siaga.
    2. Perkemahan dua hari; contohnya adalah Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) dan Perkemahan Kamis Malam Jumat (Perkaju) 
    3. Perkemahan tiga hari; contohnya adalah Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami)
    4. Perkemahan lebih dari tiga hari
  • Jenis perkemahan berdasarkan tempat pelaksanaannya
    Berdasarkan tempat pelaksanaannya, perkemahan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas:
    1. Perkemahan menetap; yaitu perkemahan yang tempatnya tetap sejak perkemahan dimulai hingga selesai.
    2. Perkemahan safari; yaitu perkemahan yang tempatnya berpindah. Biasanya dipadukan dengan kegiatan penjelajahan atau survival.
  • Jenis perkemahan berdasarkan tujuannya
    Berdasarkan tujuannya terdapat beberapa jenis perkemahan yaitu :
    1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW)
    2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan SKU Penggalang Ramu, dll.
    3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat (LT)
    4. Kemah Rekreasi 
    5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah, Jambore Nasional, dan Jambore Asia Pasifik.
    6. Kemah Riset/Penelitian
  • Jenis perkemahan berdasarkan jumlah peserta
    Berdasarkan jumlah peserta yang mengikutinya, perkamahan dapat dikelompokkan dalam:
    1. Perkemahan satu regu penggalang atau sangga penegak
    2. Perkemahan satu Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, atau Racana Pandega
    3. Perkemahan satu gugusdepan
    4. Perkemahan satu kwartir (Kwartir Ranting, Kwartir Cabang. Kwartir Daerah, Kwartir Nasional)
  • Jenis perkemahan berdasarkan wilayah satuan
    Berdasarkan wilayah satuan perkemahan dapat dikelompokkan menjadi:
    1. Perkemahan tingkat Gugusdepan
    2. Perkemahan tingkat Ranting
    3. Perkemahan tingkat Cabang
    4. Perkemahan tingkat Daerah
    5. Perkemahan tingkat Nasional
    6. Perkemahan tingkat Regional
    7. Perkemahan tingkat Dunia
  • Jenis perkemahan berdasarkan penyelenggara
    Berdasarkan penyelenggaranya terdapat beberapa jenis perkemahan yaitu :
    1. Perkemahan gugusdepan
    2. Perkemahan kwartir
    3. Perkemahan Satuan Karya Pramuka, contoh Perkemahan Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi
    4. Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka. Contoh Perkemahan Antar Satuan Karya (Peransaka)
    5. Perkemahan instansi atau badan di luar Gerakan Pramuka

Sekian dari admin, Sobat pramuka yang telah membaca artikel diatas tentu sudah lebih memahami kepramukaan, bukan? Semoga bermanfaat
Salam Pramuka.

Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan

Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan - Tanda medan untuk kegiatan mapping dalam kepramukaan. Dalam berbagai kegiatan mapping di kepramukaan, penggunaan tanda medan adalah mutlak. Mapping (pemetaan), seperti peta pita, peta lapangan, peta lokasi, ataupun peta perjalanan, selalu membutuhkan tanda medan. Karena itu, bagi seorang anggota pramuka penguasaan akan tanda medan menjadi sebuah teknik kepramukaan (scouting skill) yang sangat diperlukan. Baik untuk membaca peta maupun sebaliknya, untuk membuat peta.

Tanda medan adalah simbol-simbol atau gambar-gambar yang melambangkan kondisi atau situasi medan dalam sebuah peta. Tanda medan ini digunakan dalam berbagai kegiatan mapping (pemetaan) seperti peta perjalanan dan peta pita sebagai penunjuk keadaan di kanan dan kiri jalan. Juga pada peta lapangan dan lokasi sebagai penanda kondisi dan situasi medan yang tergambar di peta.



tanda medan


Scouting skill dalam pembuatan tanda medan menggunakan gambar-gambar (simbol) yang sederhana, mudah dibuat, dan umum diketahui oleh orang lain. Sehingga pada saat melakukan perjalanan sekalipun tanda-tanda ini dapat dibuat dengan cepat tanpa menghambat perjalanan. Pun bagi orang lain yang membacanya akan langsung dapat memahami makna-makna dari simbol-simbol yang digunakan sebagai tanda medan.

Contoh tanda medan yang umum dan sering dipakai di kepramukaan adalah sebagai berikut :



Itulah berbagai tanda medan yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan mapping di kepramukaan Sekilas dari admin, semoga bermanfaat.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com